Renungan Harian kali ini mengangkat topik : Kematian dan Penebusan Yesus Kristus.
betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang Kekal telah
mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang
tak bercacat, ... (Ibrani 9:14)
Di atas kayu salib Yesus harus menanggung dosa segenap umat manusia.
Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib adalah penggenapan rencana
Allah. Sebagaimana juga yang telah disampaikan oleh Petrus saat ia
berkhotbah di Yerusalem, "Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan
rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan
bangsa-bangsa durhaka." (Kisah 2:23).
Dalam Perjanjian Lama
juga telah dinubuatkan perihal ini, "Tetapi Dia tertikam oleh karena
pemberontakan kita, Dia diremukan oleh karena kejahatan kita; ganjaran
yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh
bilur-bilurNya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5).
Kematian
Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah kepada dunia, dimana Kristus
sebagai korban untuk menebus dosa umat manusia. Pekerjaan penebusan itu
hanya sekali untuk selama-lamanya karena pekerjaan itu sempurna. "...
Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa
banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa
menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang
menantikan Dia." (Ibrani 9:28).
Sebagai orang-orang yang telah
diselamatkan hendaknya kita merespons kasih Allah ini dengan tindakan
nyata. Mengorbankan nyawa bukanlah hal yang biasa, inilah bukti dari
sebuah kasih yang teramat besar dan tulus. Mungkin sejenak terlintas di
benak saudara: "apakah saya juga harus mengorbankan nyawa untuk orang
lain?" tidak saudara... merespons kasih Allah kepada kita tidak hanya
dengan mengorbankan nyawa, banyak tindakan nyata untuk mewujudkan kasih
kita kepada sesama. Dimulai dengan lingkungan di sekeliling kita, jika
ada yang membutuhkan pertolongan finansial, apakah kita sudah berbagi?
Jika ada orang yang membutuhkan waktu kita, apakah kita mau
memberikannya? Salah satu tindakan nyata lainnya adalah melakukan donor
darah. Tanpa perlu mengenal siapa yang akan kita tolong; dari suku apa,
agama apa, latar belakang dsbnya; kita bisa menolong mereka lewat darah
yang kita donorkan di PMI.
Sudahkah kita menghayati dan
meresponi arti pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib bagi kita? Mari
saudara... mulailah bertindak nyata dari hal-hal kecil yang ada
disekeliling kita, karena sesungguhnya jika kita melihat dengan mata
hati maka akan kita dapati bahwa di sekeliling kita ada banyak sesama
kita yang membutuhkan sentuhan kasih dari kita. Amin!
Read full post »