Kamis, 04 Juli 2013

PENEBUSAN YESUS KRISTUS

0 komentar
Renungan Harian kali ini mengangkat topik : Kematian dan Penebusan Yesus Kristus.

betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang Kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, ... (Ibrani 9:14)

Di atas kayu salib Yesus harus menanggung dosa segenap umat manusia. Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib adalah penggenapan rencana Allah. Sebagaimana juga yang telah disampaikan oleh Petrus saat ia berkhotbah di Yerusalem, "Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka." (Kisah 2:23).

Dalam Perjanjian Lama juga telah dinubuatkan perihal ini, "Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5).

Kematian Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah kepada dunia, dimana Kristus sebagai korban untuk menebus dosa umat manusia. Pekerjaan penebusan itu hanya sekali untuk selama-lamanya karena pekerjaan itu sempurna. "... Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia." (Ibrani 9:28).

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan hendaknya kita merespons kasih Allah ini dengan tindakan nyata. Mengorbankan nyawa bukanlah hal yang biasa, inilah bukti dari sebuah kasih yang teramat besar dan tulus. Mungkin sejenak terlintas di benak saudara: "apakah saya juga harus mengorbankan nyawa untuk orang lain?" tidak saudara... merespons kasih Allah kepada kita tidak hanya dengan mengorbankan nyawa, banyak tindakan nyata untuk mewujudkan kasih kita kepada sesama. Dimulai dengan lingkungan di sekeliling kita, jika ada yang membutuhkan pertolongan finansial, apakah kita sudah berbagi? Jika ada orang yang membutuhkan waktu kita, apakah kita mau memberikannya? Salah satu tindakan nyata lainnya adalah melakukan donor darah. Tanpa perlu mengenal siapa yang akan kita tolong; dari suku apa, agama apa, latar belakang dsbnya; kita bisa menolong mereka lewat darah yang kita donorkan di PMI.

Sudahkah kita menghayati dan meresponi arti pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib bagi kita? Mari saudara... mulailah bertindak nyata dari hal-hal kecil yang ada disekeliling kita, karena sesungguhnya jika kita melihat dengan mata hati maka akan kita dapati bahwa di sekeliling kita ada banyak sesama kita yang membutuhkan sentuhan kasih dari kita. Amin!
Read full post »

Kamis, 21 Juni 2012

Ayat Renungan 2

0 komentar
Shalom.. Setiap kita sekarang sedang dalam pertandingan kehidupan. Dan hanya orang yang
menguasai diri untuk hidup taat, setia dan berkenan serta menjaga keselamatan dari Tuhan Yesus sampai garis akhir kehidupan yang akan menang dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Hiduplah didalam Dia, dan menangkan pertandingan hidupmu.

"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi." ( 1 Korintus 9:25 )

Tuhan Yesus memberkati♥ ^__^
Read full post »

Ayat Renunga 1

0 komentar
Shalom.. Tuhan ingin kita punya waktu lebih lagi
bersamaNya. Mungkin selama ini ga sampai satu jam per hari kita punya waktu denganNya. Mari kita sediakan waktu khusus untuk bisa menikmati waktu
kita sama Tuhan. Mendekat kepadaNya lewat doa, pujian dan penyembahan. Serta baca Firman setiap hari, agar kamu lebih mengenal pribadiNya dan merasakan perjumpaan pribadi denganNya.

"Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." ( Mazmur 1:2 )

Tuhan Yesus Memberkati♥ ^__^
Read full post »

Ayat Renungan

0 komentar
Shalom.. Tuhan pakai kita untuk menjadi alat kemuliaanNya. Jangan batasi Dia dengan cara berpikir dan pengetahuan kita. Saat Roh Kudus dicurahkan atas kita, Dia akan pakai kita dengan caraNya. Kita
dimampukan menjadi alat kemuliaanNya bukan karena
kemampuan dan kepintaran kita, tetapi karena Dia melihat kemurniaan hati kita di hadapanNya. Mari kita memurnikan hati kita dihadapanNya.

"Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah
mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas." ( Yohanes 3:34 )
Read full post »

Yesus Selalu Punya Cara Untuk Menolongmu

0 komentar

Sadar tidak sadar kita sering menjadikan Tuhan sebagai "Tukang ACC" permintaan kita.

"Tuhan, aku mau ini, tolong ya Tuhan kabulkan, please, aku mohon, please."

"Tuhan, aku suka dia, tolong satukan kami, jauhkan dia dari si pengganggu itu."

"Tuhan aku mau kuliah di sini, tolong Tuhan buat supaya aku bisa diterima."

Bahkan kadang kita suka "mendikte" Tuhan...

"Tuhan, kalau memang ini kehendak-Mu, biarlah terjadi ini dan ini..."

Pertanyaannya, who is the God anyway?

Kalau ditanya begitu jawaban kita jelas dan langsung, "Dia." (sambil menunjuk ke atas). Tapi kenapa sikap kita sering kali bertentangan dengan jawaban kita.

Tidak ada yang salah dengan meminta sesuatu kepada Tuhan. Itu sesuatu yang normal. Tapi kita harus ingat bahwa Dia adalah Allah Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, penguasa alam semesta. Kita sudah diberi kesempatan untuk meminta apa saja dari Dia, itu sudah luar biasa. Jangan sampai kita memaksa Dia mengabulkan apa yang kita minta. Tetapi berhati-hatilah dengan cara kita meminta.

Mintalah dengan kesadaran bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa. Artinya: berhak mengabulkan atau menolak permintaan kita.

Ikutilah teladan Yesus waktu Dia berdoa, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

1. Dia tahu kepada siapa Dia harus meminta, kepada Bapa-Nya, Bapa kita juga.

2. Dia meminta sesuatu kepada Bapa-Nya. Sesuatu yang jadi keinginan-Nya.

3. Tapi Dia mengakhiri doa-Nya dengan menyerahkan keputusan akhirnya pada Bapa.

Kita bisa selalu minta apa saja kepada Tuhan, tetapi akhirilah selalu dengan: "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Sadar tidak sadar kita sering menjadikan Tuhan sebagai "Tukang ACC" permintaan kita.

"Tuhan, aku mau ini, tolong ya Tuhan kabulkan, please, aku mohon, please."

"Tuhan, aku suka dia, tolong satukan kami, jauhkan dia dari si pengganggu itu."

"Tuhan aku mau kuliah di sini, tolong Tuhan buat supaya aku bisa diterima."

Bahkan kadang kita suka "mendikte" Tuhan...

"Tuhan, kalau memang ini kehendak-Mu, biarlah terjadi ini dan ini..."

Pertanyaannya, who is the God anyway?

Kalau ditanya begitu jawaban kita jelas dan langsung, "Dia." (sambil menunjuk ke atas). Tapi kenapa sikap kita sering kali bertentangan dengan jawaban kita.

Tidak ada yang salah dengan meminta sesuatu kepada Tuhan. Itu sesuatu yang normal. Tapi kita harus ingat bahwa Dia adalah Allah Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, penguasa alam semesta. Kita sudah diberi kesempatan untuk meminta apa saja dari Dia, itu sudah luar biasa. Jangan sampai kita memaksa Dia mengabulkan apa yang kita minta. Tetapi berhati-hatilah dengan cara kita meminta.

Mintalah dengan kesadaran bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa. Artinya: berhak mengabulkan atau menolak permintaan kita.

Ikutilah teladan Yesus waktu Dia berdoa, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

1. Dia tahu kepada siapa Dia harus meminta, kepada Bapa-Nya, Bapa kita juga.

2. Dia meminta sesuatu kepada Bapa-Nya. Sesuatu yang jadi keinginan-Nya.

3. Tapi Dia mengakhiri doa-Nya dengan menyerahkan keputusan akhirnya pada Bapa.

Kita bisa selalu minta apa saja kepada Tuhan, tetapi akhirilah selalu dengan: "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Read full post »

My Music

Blogger news

 

Copyright © Pemuda Remaja Tuhan Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger